Ketika Sang Ratu Gombal Mengikuti Race Lari Pertamanya

Sebelum Race
Berawal dari dua minggu lalu, mulai muncul rasa malas buat latihan lari. Entah karena nggak ada target apa2 (murni cuma buat latihan fisik, jaga2 kalau naik gunung dadakan), atau karena mulai ada beberapa kerjaan yang terbengkalai, atau karena pupus harapan bisa lari bareng sama anggota runner kolese sebelah, atau karena memang males, intinya MALES. Titik.
Kusampaikanlah kegalauanku ke CFJ, yang selama ini melatih lari. Dia kasih aku libur seminggu. Asik.
Lain lagi ketika aku cerita ke Kuch AP. Dia malah ngajak CC5K. Memang kompor orang satu ini.
Sebetulnya bukan pertama kali si Ratu Gombal ini diajak ikut race lari. Oleh CFJ, dia udah diajak ikut BFI, atau BTS. Bahkan ada kawan yang kasih BiB gratis MJM lalu. Tetep aja si RG ini gak mau ikut.
Kuch AP juga udah nggak sekali ini ngajak. Dia malah ngajak MBM, *Full Marathon*. Dang! (Kata Nino, “Ugal-ugalan, ik.”) Memang gigih betul ini kuch panutan. Ndak, ndak, ndak ikut race sik tahun ini.. Gitu jawabku ke kuch panutanku. Karena memang ada fokus lain di tahun ini.

Continue reading

Advertisements

A Short Escape (1): menikmati alam sekitar Gunung Ciremai

Tulisan ini dibuat sebagai informasi bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Gua Maria Sawer Rahmat, Kuningan, Jawa Barat dengan budget rendah. 

Beberapa bulan lalu setelah mendengar cerita dari kolega tentang daerah asalnya, saya tergelitik untuk mengunjungi lokasi yang dimaksud. Dengan modal nekat dan persiapan singkat, akhirnya terbeli lah tiket kereta api Jakarta-Cirebon-Jakarta.

Menjelang tengah malam, tibalah saya di Stasiun Kereta Api Cirebon. Penasaran dengan situasi di stasiun, saya melambatkan langkah setelah keluar dari rangkaian kereta api, lalu duduk di salah satu bangku panjang di peron. Sementara melemparkan pandangan pada sekeliling stasiun, terlihat cahaya lampu yang menunjukkan tempat saya akan menginap malam ini. Karena belum mengenal kota ini, saya putuskan untuk memesan kamar hotel yang lokasinya cukup dijangkau dengan jalan kaki dari stasiun ini. Hmm, cukup sepi untuk ukuran stasiun yang menjadi titik akhir/awal bagi jalur utara dan selatan kereta api (bagi kereta api yang bertolak dari Jakarta, Cirebon adalah stasiun terakhir sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur utara atau selatan).

Sambutan ramah dari para pencari sesuap nasi bisa juga dirasakan di sini sesaat begitu saya tiba di pintu kedatangan. Karena perjalanan dari stasiun ke hotel cukup dekat, saya memutuskan mengamati dan menikmati sekitar stasiun. Sempat terhenti sesaat untuk menikmati tampilan luar stasiun Cirebon Kejaksan dari tengah-tengah square di depannya.

Continue reading

Angel Series: Masih Ada Malaikat di Sekitar Kita [8]

Tulisan ini dipublikasikan di akun facebook saya pada tanggal 31 Agustus 2010. 

Kisah kali ini merupakan rangkaian akhir kisah jalan-jalanku di Benua Amerika…

Masih ada kisah lain yang berkaitan dengan para malaikat, dan akan aku gunakan sebagai penutup rangkaian semua kisah tentang malaikat di sekitar kita di Benua Amerika.

Perjalanan terakhirku adalah ke Vancouver, Canada. Sungguh liburanku di sana tak disangka hemat sekali karena kebaikan temanku, Intan.

Continue reading

Angel Series: Masih Ada Malaikat di Sekitar Kita yang Berwujud Seniman [7]

Tulisan ini dipublikasikan di akun facebook saya pada tanggal 28 Agustus 2010. 

Liburanku berlanjut ke New Orleans. Kota ini amat sangat menarik. Salah satu kota favoritku. Banyak seniman di pinggir jalan, dan banyak makanan enak! ^^ Tapi perjalananku sejak dari Orlando, Florida hingga New Orleans, hawa dingin tampaknya mengikutiku. Karena Arctic storm ternyata bertiup hingga ke selatan, tempat yang kabarnya hangat dan hampir tak mengenal salju ini.

Karena kebaikan seorang kenalanku yang pernah aku temani berjalan-jalan di Yogyakarta, Karen, aku diizinkan tinggal di rumahnya yang sederhana. Keluarga ini keluarga seniman. Menarik sekali tinggal bersama mereka.

Continue reading

Write Your Own Destiny

Tulisan ini dipublikasikan di akun facebook saya pada tanggal 27 Agustus 2011.

beberapa hari Minggu lalu saya menyempatkan diri menonton film berjudul Inkheart.

Dalam film itu dikisahkan seorang bernama Mo yang gemar membacakan cerita bagi putri dan istrinya. tanpa disadari, Mo adalah seorang Silvertongue, seorang yang bisa menghidupkan tokoh-tokoh dalam buku ke kehidupan nyata ketika dia membacakan buku itu keras-keras. sementara tokoh dalam buku hidup dalam dunia nyata, seseorang dalam kehidupan nyata harus menggantikan posisinya dalam buku. ketika Mo membacakan Inkheart, Mo tanpa sengaja menghidupkan Dustfinger, sementara istrinya, Resa, masuk ke dalam buku. maka Mo mencari keberadaan istrinya bersama putrinya, Maggie.

Continue reading

Angel Series: Masih(kah) Ada Malaikat di Sekitar Kita(?) [5]

Tulisan ini dipublikasikan di akun facebook saya pada tanggal 8 Agustus 2010. 

Kisah saya kali ini terjadi di kota New York…

New York City. The center of the world, kata orang. Dan memang benar adanya. New York penuh sesak! Yeah, there is nothing in the world than Christmas in New York City. Kota ini cantik sekali di saat menjelang Natal. 

Pertama kali aku tiba di NYC dulu ketika aku hendak berlibur ke Boston. Kali kedua ini aku akan naik metro (subway) untuk pertama kalinya di kota ini. Ruwet sekali! Aku sempat bingung rute mana yang harus aku ambil saking panjangnya jalur tiap rute metro. Dasar-dasar jalur metro yang aku dapat di DC sepertinya kurang memadai untuk memahami jalur metro NYC yang membelah Manhattan. Tetapi, lagi-lagi, orang baik selalu ada. Aku mencoba bertanya pada seorang perempuan muda rute mana yang harus kuambil di antara dua ujung jalur tertentu menuju hostelku. Dan kebetulan sekali yang aku tanyai itu orang yang tinggal di NYC. Dia menjelaskan sejelas-jelasnya meski agak terburu-buru. Sempat kebablasen karena ternyata kereta yang aku naiki adalah metro ekspres yang tidak berhenti di setiap stasiun. Satu trik, jangan mudah percaya pada petunjuk yang diberikan oleh google map. Tapi gunakanlah petunjuk dari website resmi operator metro kota itu. 

Continue reading